Saturday, December 26, 2015

Wiro Sableng #63 : Neraka Krakatau

Wiro Sableng #63 : Neraka Krakatau Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Mata manusia biasa akan melihatnya sebagai suatu hal yang tidak dapat dipercaya. Namun ini adalah kenyataan. Sebuah perahu kecil meluncur deras seolah membelah air laut di selat Sunda menuju ke arah Barat Laut. Saat itu tengah hari tepat. Sang surya memancarkan sinarnya yang paling panas pada puncak ketinggiannya.

Di atas perahu tampak duduk seorang nenek berwajah angker. Tubuhnya kurus kering. Mukanya seperti tengkorak karena hanya tinggal kulit pembalut tulang. Dia mengenakan pakaian warna hijau tua.

Perempuan tua ini memegang sebuah pendayung di tangan kirinya. Sikapnya mendayung acuh tak acuh saja. Tetapi kekuatan dayungannya membuat perahu yang ditumpanginya melesat deras di permukaan air laut yang bergelombang. Rambutnya yang putih panjang riap-riapan ditiup angin.

Sambil mendayung mulutnya yang perot terdengar menyanyi. Syair nyanyiannya terasa aneh.

Dosa muda salah kaprah

Jangan harap ampunan pasrah

Tujuh samudera akan kutempuh

Seribu
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #63 : Neraka Krakatau Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Wednesday, July 1, 2015

Perusahaan yang Legal dan bermoral

Kalau ditanyakan apakah sebuah perusahaan mempunyai tanggung jawab legal ?tentunya kita semua tanpa dikomando akan mengatakan YA... Sebuah Perusahaan sebagai Badan hukum tentu nya harus memenuhi kriteria legal, sperti subyek hukum yang biasa (manusia perorangan) sebuah perusahaanpun harus mentaati peraturan hukum dan memenuhi hukumannya bila terjadi pelanggaran. pertanyaan kedua apakah perusahaan juga harus mempunyai tanggung jawab moral ? Perusahaan sebagai sebuah "korporasi" berasal dari bahasa latin (corpus/corpora= badan ) dan sebetulnya berarti "yang dijadikan suatu badan" yang pada awal mulanya korporasi justru tidak menunjukkan organisasi yang mencari untung. bahwa kini korporasi secara spontan dimengerti sebagai perusahaan, merupakan salah satu diantara sekian banyak bukti bahwa betapa pentingnya peranan bisnis ( perusahaan ) dalam sebuah masyarakat. Dengan kata lain Perusahaan harus mempunya Ruh hidup yang lebih bisa berlaku dengan tetap mempertimbangkan hal pantas atau tidak pantas. Sebab ruh besar perusahaan didalamnya terdapat ruh ruh kecil manusia yang menggerakkan roda hidup perusahaan tersebut. Kalau kita bahas lebih jauh apakah perusahaan juga harus menjadi pelaku moral tentunya perusahaan yang hidup akan berperilaku lebih bermoral. Dengan tetap mempertimbangkan dampak dari semua kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. baik itu dampak sosial maupun dampak lingkungan.

Tuesday, May 26, 2015

6 Etika Bisnis yang Harus Diketahui Profesional

Saat berada di kantor bersama teman-teman sendiri, tentu Anda akan merasa lebih bebas untuk berinteraksi bahkan hingga tertawa terbahak-bahak. Namun akan beda halnya saat Anda terlibat pertemuan dengan mitra bisnis atau klien Anda dalam suasana bisnis. Seperti dilansir dari Business Insider, Kamis (1/8/2013), peraturan dalam pergaulan sosial pasti agak berbeda dengan standar pertemuan bisnis. Meski demikian, sekolah-sekolah bisnis jarang membahas etika para profesional dalam berbisnis. Barbara Pachter, penulis buku 'The Essentials Of Business Etiquette' menulis tentang sejumlah kemampuan khusus yang perlu dipahami para profesional sebelum terjun ke dalam situasi bisnis tertentu. Dia membahasnya secara terperinci mulai dari bagaimana seseorang sebaiknya mengenalkan diri. Dari bukunya, berikut enam etika bisnis yang harus dipahami dan dilakukan para profesional: 1. Sebutkan nama lengkap Anda Dalam situasi bisnis, Anda sebaiknya menyebutkan nama lengkap Anda saat berkenalan. Namun jika nama Anda terlalu panjang atau sulit diucapkan, Anda lebih baik sedikit menyingkatnya. 2. Berdirilah saat memperkenalkan diri Berdiri saat mengenalkan diri Anda akan menegaskan kehadiran Anda. Jika kondisinya tidak memungkinkan Anda untuk berdiri, setidaknya mundurkan kursi, dan sedikit membungkuk agar orang lain menilai positif kesopanan Anda. 3. Ucapkan Terima Kasih secukupnya Dalam percakapan bisnis dengan siapapun, bos atau mitra perusahaan, Anda hanya perlu mengucapkan terima kasih satu atau dua kali. Jika Anda mengatakannya berlebihan, orang lain akan memandang Anda sangat memerlukannya dan sangat perlu bantuan. 4. Sebarkan ucapan terima kasih lewat email setelah pertemuan bisnis Setelah Anda menyelesaikan pertemuan bisnis, kirimkan ucapan terima kasih secara terpisah ke email pribadi rekan bisnis Anda. Pengiriman lewat email sangat disarankan, mengingat waktu tibanya akan lebih cepat. 5. Jangan duduk sambil menyilang kaki Tak hanya wanita, para pria pun senang menyilangkan kakinya saat duduk. Namun untuk kondisi kerja, posisi duduk seperti ini cenderung tidak sopan. Selain itu, posisi duduk seperti ini juga bisa berpengaruh negatif pada kesehatan Anda. 6. Tuan rumah yang harus membayar Jika Anda mengundang rekan bisnis Anda untuk makan di luar, maka Anda yang harus membayar tagihan. Lalu bagaimana jika Anda seorang perempuan, sementara rekan bisnis atau klien Anda, laki-laki, dan ingin membayar? Anda tetap harus menolaknya. Anda bisa mengatakan, perusahaan yang membayarnya dan itu bukan uang pribadi Anda. (Sis/Igw) sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/655741/6-etika-bisnis-yang-harus-diketahui-profesional

Wednesday, April 29, 2015

Teori Etika Bisnis

Kata etika dan etis tidak selalu dipakai dalam arti yang sama dan karena itu etika bisnis bisa berbeda artinya. Etika sebagai praktis berarti : nilai nilai dan norma norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan walaupun seharusnya dipraktekkan.